<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UPT Balai Litbang Biomaterial</title>
	<atom:link href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main</link>
	<description>Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 03:36:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>PENGUMUMAN CALON PEMENANG</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=758</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=758#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 03:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lelang]]></category>
		<category><![CDATA[LELANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[PENGUMUMAN CALON PEMENANG Nomor : 008/PENG-LU/BPPB/PPBJ/I/12 Dengan ini diumumkan bahwa nama &#8211; nama perusahaan berikut ini, Nama Paket Pengadaan : Pengadaan Peralatan dan Mesin Nilai Total HPS : Rp 218.144.520,- 1  CV. PULAU CANDI UTAMA (Calon Pemenang Rp 201.267.000,-) Jl. Kramat Raya No. 23 E Lantai 1 Senen, Jakarta Pusat 2  CV. PRIMA DATA UTAMA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGUMUMAN CALON PEMENANG<br />
Nomor : 008/PENG-LU/BPPB/PPBJ/I/12</p>
<p>Dengan ini diumumkan bahwa nama &#8211; nama perusahaan berikut ini,</p>
<p>Nama Paket Pengadaan : Pengadaan Peralatan dan Mesin<br />
Nilai Total HPS : Rp 218.144.520,-</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1  CV. PULAU CANDI UTAMA</strong> (Calon Pemenang Rp 201.267.000,-)<br />
Jl. Kramat Raya No. 23 E Lantai 1 Senen, Jakarta Pusat<br />
<strong>2  CV. PRIMA DATA UTAMA</strong> (Cadangan 1 Rp 215.897.000,-)<br />
Kp. Sukamaju RT 001/011 Ds. Sukamantri-Tamansari<br />
<strong>3  CV. DUTA GRAHA PRATAMA</strong> (Cadangan 2 Rp 216.267.150,-)<br />
Jl. Menteng No. 31 Bogor</p>
<p>Dengan demikian <strong>CV. PULAU CANDI UTAMA</strong> ditetapkan sebagai Calon Pemenang untuk Pelelangan Umum Pengadaan Peralatan dan Mesin, Program Penelitian, Penguasaan, dan Pemanfaatan IPTEK di Unit Pelaksana Teknis Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial – LIPI, Cibinong.</p>
<p>Bagi peserta pelelangan yang berkeberatan dapat mengajukan sanggahan kepada kami Panitia Pengadaan Peralatan dan Mesin Tahun 2012 pada UPT. BPP Biomaterial LIPI selama 5 (lima) hari kerja yang dimulai dari tanggal 31 Januari 2012 s.d 6 Februari 2012 melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).</p>
<p>Demikian Pengumuman Hasil Pelelangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Cibinong, 30 Januari 2012<br />
Ketua Panitia Pengadaan</p>
<p>(Riyan Nurifiyani, A.Md.)<br />
NIP: 198501032008012003</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=758</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kendalikan Rayap dengan Jamur</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=749</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=749#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 07:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Ancaman bagi pemilik rumah ialah rayap. Serangga kecil itu merusak struktur bangunan yang terbuat dari kayu. Bila selama ini pengendalian serangga yang sering dianggap hama dilakukan dengan cara kimiawi yang berefek negatif, alternatif lain ternyata ada. Dengan semangat terbarukan, jamur kini berpeluang menjadi biokontrol alami untuk membantu pengendalian hama rayap. Penelitian mengenai biokontrol rayap di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/rayap3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-750" title="rayap3" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/rayap3.jpg" alt="" width="429" height="322" /></a>Ancaman bagi pemilik rumah ialah rayap. Serangga kecil itu merusak struktur bangunan yang terbuat dari kayu. Bila selama ini pengendalian serangga yang sering dianggap hama dilakukan dengan cara kimiawi yang berefek negatif, alternatif lain ternyata ada. Dengan semangat terbarukan, jamur kini berpeluang menjadi biokontrol alami untuk membantu pengendalian hama rayap.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian mengenai biokontrol rayap di mulai sejak 2004 oleh peneliti senior pada Unit Biodegradasi dan Pengendalian Hama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) <a href="http://sivitas.lipi.go.id/sula012/" target="_blank">Dr. Sulaeman Yusuf</a>. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, keberadaan rayap pada bangunan dan perumahan telah menimbulkan kerugian sebesar Rp 1,6 triliun pada 1998. Angka tersebut diperkirakan bertambah setiap tahunnya seiring dengan meningkat nya penggunaan kayu sebagai material struktur bangunan. Apalagi, sambung Sulaeman, banyak perumahan di Indonesia dibangun di atas lahan bekas perkebunan dan pertanian yang menjadi habitat ideal bagi rayap. Mereka tetap tinggal di bekas lahan tersebut sembari mencari cara bertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak semua jenis rayap menyerang struktur bangunan. Dua spesies rayap yang teridentifikasi merusak bangunan ialah <em>Coptotermes gestroi</em> dan <em>Captotermes curvignathus</em>. Keberadaan dua spesies tersebut sering kali tak terdeteksi oleh ahli kontruksi karena serangannya tak berbentuk gundukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Para developer kebanyakan hanya menyimpulkan perlakuan tanah dilakukan apabila ada sarang rayap yang terlihat membentuk <em>mound</em> (gundukan). <em>Mound-builder species</em> seperti <em>Macrotermes</em> dan <em>Globitermes</em> tidak dianggap sebagai perusak bangunan yang serius di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mereka hanya menyumbangkan kerusakan sekitar kurang dari 10% dari total kerusakan, sedangkan dua spesies rayap tadi (<em>Coptotermes gestroi </em>dan<em> Coptotermes curvignathus</em>) menyumbang kerusakan lebih dari 90% pada bangunan,” papar Sulaeman kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (15/1).</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah upaya dilakukan untuk mengendalian keberadaan mereka. Salah satunya dengan penggunaan pestisida kimiawi berjenis organoklotin, organofosfat, dan piretroid sintetis. Sayangnya penggunaan bahan kimiawi tersebut terbukti berbahaya dan mencemari lingkungan. Karena itu, penelitian diintensifkan pada bahan organik yang lebih ramah lingkungan, tetapi tetap efektif mengatasi rayap perusak bangunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melalui penelitian awal, ia menemukan fakta jika jamur bisa digunakan sebagai biokontrol untuk mengendalikan hama rayap. Terdapat tiga jenis jamur yang potensial dikembangkan sebagai biokontrol bagi rayap jenis <em>Captotermes</em>, yakni jamur <em>Humicola, Cunninghamella</em> dan <em>Fusarium</em>. Ketiganya memiliki sifat patogen terhadap rayap karena memiliki bahan aktif bernama kitinase</p>
<p style="text-align: justify;">“Jamur tersebut mengeluarkan metabolit sekunder yang akan merusak rayap melalui kulit dengan proses enzimatik dan terus masuk ke jaringan yang ada di dalam. Enzim tersebut bernama kitinase,” cetusnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Basmi Koloni</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika pestisida kimiawi hanya mematikan hama yang terpapar, biokontrol berbahan jamur itu bisa membasmi rayap hingga seluru koloni. Caranya dengan menyemprotkan bubuk konidia (kumpulan spora jamur) yang sudah dilarutkan dalam air akuades ke salah satu anggota koloni rayap. Rayap tersebut kemudian dilepas kembali sehingga ia bisa kembali ke koloninya. Rayap yang telah diberi perlakuan tersebut tak sadar akan menularkan patogen yang disemprotkan padanya masuk koloni. Hal itu akan membuat seluruh koloni tereliminasi perlahan-lahan. Selama biokontrol itu bekerja, rayap masih bisa merusak bangunan. Hanya, aktivitas perusakannya tidak intens lagi karena kehidupan koloni sudah terganggu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Waktu kematian koloni rayap itu bergantung pada besar kecilnya koloni. Bervariasi antara satu dan tiga bulan,” imbuh Sulaeman.</p>
<p style="text-align: center;"> <a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/830rayap-di-kayu.jpg"><img class="wp-image-751 aligncenter" title="830rayap di kayu" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/830rayap-di-kayu.jpg" alt="" width="555" height="368" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tak Stabil</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan jamur sebagai biokontrol itu dinilai aman bagi manusia dan spesies yang bukan sasaran. Selain itu, menurut Sulaeman, biokontrol itu ramah lingkungan karena bisa mengurangi pemakaian pestisida dan residu pestisida pada makanan serta meningkatkan biodiversitas dalam ekosistem. Meski demikian, agen biokontrol itu memiliki kelemahan, yakni hanya mampu mengontrol spesies tertentu, daya kerjanya lambat, dan memiliki viabilitas yang pendek.</p>
<p style="text-align: justify;">“Efektivitasnya tidak stabil, bergantung pada kondisi jamur, media pertumbuhan, dan lain-lain sehingga efektivitasnya masih belum bisa mengimbangi bahan kimiawi, seperti bistrifluron atau heksaflumuron,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian lanjutan kini masih dilakukan untuk mengatasi kelemahan yang ada. Penelitian kini difokuskan terkait dengan media tanam jamur. Penggunaan media yang tak sesuai bisa membuat tingkat patogenitas jamur menurun. Misalnya, jenis jamur <em>Humicola</em> yang ditanam di media sorgum. Jamur tersebut bisa tumbuh dengan baik, tetapi tingkat patogenitasnya malah menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dalam  beberapa pengamatan jamur <em>Humicola</em> masih bersifat patogen dan tumbuh dengan baik apabila digunakan media beras merah. Namun, daya penularannya dan aplikasi di lapangan masih perlu dikaji lebih lanjut karena kondisi di laboratorium berbeda dengan kenyataan di lapangan,” tukasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Harian Media Indonesia (Rabu, 18 Januari 2012)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=749</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Pelelangan Umum Dengan Pascakualifikasi</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=736</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=736#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 01:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lelang]]></category>
		<category><![CDATA[LELANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Pokja Pengadaan Barang/Jasa pada UPT. BPP Biomaterial LIPI akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan pengadaan barang secara elektronik sebagai berikut. Selengkapnya, silakan &#60;&#60;unduh file pengumuman&#62;&#62;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/peng_lelang2012.png"><img class="alignleft size-full wp-image-737" title="peng_lelang2012" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/peng_lelang2012.png" alt="" width="630" height="425" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pokja Pengadaan Barang/Jasa pada UPT. BPP Biomaterial LIPI akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan pengadaan barang secara elektronik sebagai berikut. Selengkapnya, silakan &lt;&lt;<a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/Pengumuman-Pelelangan-Umum-E-Proc-2012.pdf">unduh file pengumuman</a>&gt;&gt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=736</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LELANG: RUPBJ UPT Balai Litbang Biomaterial Tahun 2012</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=730</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=730#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 01:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lelang]]></category>
		<category><![CDATA[LELANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan amanat yang tercantum dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dengan ini saya selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada UPT. Balitbang Biomaterial LIPI dengan ini menetapkan dan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan pada UPT. Balitbang Biomaterial LIPI untuk Tahun Anggaran 2012, sebagai berikut : &#60;&#60;unduh file pengumuman&#62;&#62; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan amanat yang tercantum dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dengan ini saya selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada UPT. Balitbang Biomaterial LIPI dengan ini menetapkan dan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan pada UPT. Balitbang Biomaterial LIPI untuk Tahun Anggaran 2012, sebagai berikut : &lt;&lt;<a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/RUP-Balitbang-Biomaterial-LIPI-2012-1.pdf">unduh file pengumuman</a>&gt;&gt;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=730</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LIPI Kukuhkan Tiga Profesor Riset</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=694</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=694#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 07:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8212; Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim memimpin Majelis Pengukuhan Profesor Riset tiga orang ahli di bidang demografi, teknologi perkayuan, dan zoologi, Rabu (21/12/2011) di Jakarta. Ketiga ahli itu adalah Dr Ir Aswatini MA, Dr Ir Subyakto MSc, dan Dr Rosichon Ubaidillah MPhil. Aswatini menjabat Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/prof2.jpg"><img class="size-large wp-image-700" title="prof" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/prof2-1024x565.jpg" alt="" width="506" height="279" /></a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8212; Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim memimpin Majelis Pengukuhan Profesor Riset tiga orang ahli di bidang demografi, teknologi perkayuan, dan zoologi, Rabu (21/12/2011) di Jakarta. Ketiga ahli itu adalah Dr Ir Aswatini MA, <a href="http://sivitas.lipi.go.id/suby001/" target="_blank">Dr Ir Subyakto MSc</a>, dan Dr Rosichon Ubaidillah MPhil.</p>
<p style="text-align: justify;">Aswatini menjabat Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanuuusiaan LIPI dengan orasi pengukuhan &#8220;Migrasi Tenaga Kerja Indonesia dalam Pasar Kerja Global&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Subyakto selaku Kepala Laboratorium Biokomposit pada Unit Pelaksana Teknis Biomaterial LIPI, menyampaikan orasi &#8220;Teknologi Pengembangan Serat Alam sebagai Substitusi Bahan Industri Perkayuan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Rosichon yang menjadi Ahli Peneliti Utama Entomologi LIPI menyampaikan orasi &#8220;Taksonomi dan Sistematika Tawon Parasitoid Eulophinae (Insecta: Hymenoptera): Dasar Pengembangan Agen Hayati untuk Pengendalian Hama Pertanian&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala LIPI Lukman Hakim saat ini masih memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para peneliti. Pada jabatan peneliti fungsional yang tertinggi, yaitu profesor riset, masih menerima pendapatan yang berada di bawah gaji yang diterima guru SD di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Kompas.com</p>
<p style="text-align: justify;">Rabu, 21 Desember 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=694</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serat Alam Bisa Jadi Alternatif Gantikan Kayu</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=686</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=686#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 07:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Untuk mengatasi keterpurukan industri perkayuan di Indonesia yang bahan bakunya tergantung pasak kayu dari hutan alam, peneliti merekomendasikan penggunaan bahan baku alternatif. Antara lain yang terbuat dari serat alam, bambu, limbah pertanian dan perkebunan. &#8220;Bahan baku alternatif itu akan membuka peluang munculnya industri biokomposit yang berbeda dengan industri perkayuan kovensional,&#8221; ujar Subyakto, Profesor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/e7c6a_56713_kayu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-687" title="Wooden Dining Table and Chairs" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2012/01/e7c6a_56713_kayu-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>VIVAnews</strong> &#8211; Untuk mengatasi keterpurukan industri perkayuan di Indonesia yang bahan bakunya tergantung pasak kayu dari hutan alam, peneliti merekomendasikan penggunaan bahan baku alternatif. Antara lain yang terbuat dari serat alam, bambu, limbah pertanian dan perkebunan.</p>
<p>&#8220;Bahan baku alternatif itu akan membuka peluang munculnya industri biokomposit yang berbeda dengan industri perkayuan kovensional,&#8221; ujar <a href="http://sivitas.lipi.go.id/suby001/" target="_blank">Subyakto</a>, Profesor Riset Bidang Teknik Bahan dalam orasi pengukuhan di Aula Utama LIPI, Jakarta, Rabu, 21 Desember 2011.</p>
<p>Komposit merupakan material yang dibentuk dari sebuah matriks dengan diperkuat serat alam. Selama ini banyak yang terbuat dari bahan baku yang tidak terbarukan, misalnya serat sintesis.</p>
<p>Serat ini dibuat dari minyak bumi yang dapat berdampak pada masalah lingkungan. Untuk itu, lanjutnya, banyak kalangan pemerintah, industri, dan peneliti dunia mengembangkan biokomposit.</p>
<p>&#8220;Pemakian serat alam lebih ringan, bisa diperbaharui, energi yang dibutuhkan rendah, dan tersedia dalam jumlah banyak,&#8221; jelas jebolan doktor Agrikultur dari Universitas Kyoto ini.</p>
<p>Hasil penelitian LIPI juga menunjukkan bahwa papan partikel yang dibuat dari serat alam kualitasnya sudah memenuhi standar SNI. Produk turunan dari serat alam ini juga bisa menjadi solusi untuk meminimalisir kebakaran yang menimbulkan banyak kerugian materi.</p>
<p>&#8220;Sifat ketahanan api dari bahan bangunan atau biokomposit perlu ditingkatkan,&#8221; kata Subyakto.</p>
<p>Dari uji coba ketahanan api bahan biokomposit, ternyata tahan api dan merambatkan panas dengan laju berbeda pada arah vertikal maupun horizontal.</p>
<p>Subyakto melanjutkan bahwa setiap tahun setidaknya tersedia serat keraf 6000 ton, 1200 ton rami, abaka 600 ton, sisal 500 ton, sekam padi 13 juta ton, bagas tebu 2.6 juta ton, pelepah sawit 80 juta ton, batang sawit 16.4 juta ton.</p>
<p>Bahan berserat alam ini bisa mendukung pengembangan industri biokomposit untuk bahan bangunan, mebel, bahkan komponen otomotif.</p>
<p>Salah satu hambatan pengembangan industri biokomposit ini yakni keterbatasan serat alam, kualitas yang tidak seragam, sumber bahan baku tidak kontinyu. Untuk itu, ia berharap ada peraturan yang menata hal tersebut, memberikan insentif bagi industri yang memanfaatkan limbah alam, dan dukungan riset produk biokomposit.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: vivanews.com (Rabu, 21 Desember 2011)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=686</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penanaman 2000 Jati Berlian dan Aplikasi Beyonic LIPI</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=664</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=664#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 03:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>
		<category><![CDATA[beyonic]]></category>
		<category><![CDATA[CSC]]></category>
		<category><![CDATA[DWP]]></category>
		<category><![CDATA[jati berlian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-12 dan peringatan Hari Ibu ke-83, Dharma Wanita Persatuan LIPI menyelenggarakan acara Penanaman Pohon di kawasan Ecopark Cibinong Science Center (CSC). Acara berlangsung pada Sabtu 17 Desember 2011 dan dihadiri oleh Kepala LIPI, Sekretaris Utama LIPI, para Deputi, Kepala Satker, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan, beserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC1600801.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-665" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC1600801-1024x483.jpg" alt="" width="506" height="238" /></a>Dalam rangka memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-12 dan peringatan Hari Ibu ke-83, Dharma Wanita Persatuan LIPI menyelenggarakan acara Penanaman Pohon di kawasan Ecopark Cibinong Science Center (CSC). Acara berlangsung pada Sabtu 17 Desember 2011 dan dihadiri oleh Kepala LIPI, Sekretaris Utama LIPI, para Deputi, Kepala Satker, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan, beserta segenap civitas LIPI dari wilayah Cibinong, Bogor, Jakarta, Serpong, dan Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang bertemakan “Bhakti DWP LIPI untuk Bumi Pertiwi” tersebut merupakan penanaman 2000 bibit jati berlian/platinum (<em>Tectona grandis</em>) di lahan seluas 2 hektar di CSC LIPI. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Bambang Prasetya mengatakan bahwa “kita memiliki banyak pengrajin kayu jati di Jepara, namun kekurangan pasokan kayu jati itu sendiri.” Keunggulan dari jati berlian/platinum diantaranya memiliki perakaran yang kokoh (akar tunjang majemuk), daya tumbuh tinggi, pertumbuhan cepat (dalam waktu lima tahun, keliling batang mencapai 95-105 cm), batang utama tegak lurus cenderung tidak bercabang, dan kayu yang dihasilkan berkualitas tinggi.</p>
<p><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160069.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-671 alignnone" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160069-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160076.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-672 alignnone" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160076-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160074.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-673 alignnone" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160074-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160075.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-674 alignnone" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/PC160075-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Serah terima bibit jati berlian/platinum dilakukan oleh Deputi Bidang IPH, Prof. Dr. Bambang Prasetya kepada ketua DWP LIPI, Ny. Julie Lukman Hakim. Selain itu, dilakukan juga serah terima pupuk organik dari Kepala Puslit Biologi, Dr. Siti Nuramaliati Prijono, Kepala UPT Biomaterial, Dr. Suprapedi, M.Eng., Kepala PKT Kebun Raya Bogor, Ir. Mustaid Siregar, M.Si., dan Kepala Puslit Bioteknologi, Dr. ir. Witjaksono, M.Sc. Dimana empat tipe pupuk organik yang merupakan produk hasil penelitian dari masing-masing satuan kerja tersebut akan diaplikasikan pada tanaman jati berlian/platinum.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?page_id=349">Foto selengkapnya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=664</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>96 Mahasiswa Untirta Kunjungi Biomaterial</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=643</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=643#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 07:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 96 mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) , Serang, melakukan kunjungan industri ke UPT Balai Litbang Biomaterial LIPI pada Kamis, 8 Desember 2011. Kunjungan mahasiswa semester pertama, Jurusan Ilmu Kimia Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut diterima oleh Dr. Sulaeman Yusuf, M.Agr. selaku Koordinator Kerjasama UPT BPP Biomaterial. Didampingi oleh Ibu Lusiani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01912.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-644" title="DSC01912" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01912-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sebanyak 96 mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) , Serang, melakukan kunjungan industri ke UPT Balai Litbang Biomaterial LIPI pada Kamis, 8 Desember 2011. Kunjungan mahasiswa semester pertama, Jurusan Ilmu Kimia Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut diterima oleh Dr. Sulaeman Yusuf, M.Agr. selaku Koordinator Kerjasama UPT BPP Biomaterial.</p>
<p style="text-align: justify;">Didampingi oleh Ibu Lusiani Assaat, S.Pd., M.Si. sebagai dosen pengampu, ke-96 mahasiswa Untirta mendapatkan penjelasan mengenai profil Biomaterial dari Dr. Sulaeman Yusuf. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan melihat laboratorium-laboratorium yang ada di Biomaterial seperti laboratorium biokomposit, laboratorium biomassa, laboratorium alih teknologi, laboratorium pengendalian serangga hama dan biodegradasi, laboratorium struktur, serta laboratorium rekayasa dan modifikasi biomaterial. Melalui kunjungan laboratorium, mahasiswa dapat memperoleh penjelasan langsung dari peneliti mengenai kegiatan penelitian dan alat-alat yang digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kunjungan industri berlangsung selama dua jam. Dengan pembagian menjadi lima kelompok, mahasiswa dapat mengunjungi keseluruhan laboratorium secara bergantian. “Pengalaman yang sangat berharga, karena kami mendapat banyak informasi dan pengetahuan baru disini,” jelas Imanul Yakin, ketua rombongan mahasiswa.</p>
<p><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01927.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-645" title="DSC01927" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01927-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01932.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-646" title="DSC01932" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01932-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01937.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-647" title="DSC01937" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01937-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01948.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-648" title="DSC01948" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01948-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01955.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-649" title="DSC01955" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01955-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01913.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-653" title="DSC01913" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/DSC01913-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=643</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Website Baru LIPI: LIPI PASTI BARU</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=503</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=503#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 04:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Jum’at 2 Desember 2011, bertempat di Gedung PDII (Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah), LIPI mengadakan acara “Peluncuran Website LIPI dan Seminar Pengelolaan Informasi Website LIPI”. Peluncuran dihadiri oleh Sekretaris Utama LIPI, Deputi Bidang Jasa Ilmiah, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/web3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-507" title="SONY DSC" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/12/web3.jpg" alt="" width="448" height="299" /></a>Jum’at 2 Desember 2011, bertempat di Gedung PDII (Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah), LIPI mengadakan acara <strong>“Peluncuran Website LIPI dan Seminar Pengelolaan Informasi Website LIPI”</strong>. Peluncuran dihadiri oleh Sekretaris Utama LIPI, Deputi Bidang Jasa Ilmiah, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, peneliti dan civitas LIPI beserta tamu undangan. Acara dibuka oleh sambutan Kepala LIPI yang diwakilkan oleh Wakil Kepala LIPI, Prof. Dr. Endang Sukara.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pembukaannya, Prof. Dr. Endang Sukara menyatakan bahwa website LIPI merupakan persembahan LIPI kepada Negara. “LIPI memberi kontribusi melalui hasil-hasil penelitian yang diangkat oleh media,” ujarnya. Peluncuran juga dihadiri oleh wartawan senior Kompas, Irwan Julianto, yang memberikan presentasi mengenai Penulisan Ilmiah Populer. Menurutnya, “LIPI harus proaktif berhubungan dengan masyakarat menggunakan media.” Oleh karena itu, melalui seminar tersebut diharapkan kemampuan civitas LIPI dalam menulis dan mengelola artikel di website dapat meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluncuran website LIPI merupakan komitmen LIPI untuk melaksanakan nilai-nilai organisasi yang <strong>PASTI (Profesional, Adaptive, Scientific integrity, Teamwork, and Innovative)</strong> dan menjadi LIPI yang <strong>BARU (Being Accountable and Responsible Utilizing resources effectively and efficiently)</strong>. Dengan mengusung tema LIPI “PASTI BARU”, website LIPI diharapkan dapat menjadi gerbang informasi publik dan akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=503</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenaikan Gaji Peneliti Tunggu Perpres</title>
		<link>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=476</link>
		<comments>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=476#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 07:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lukman Hakim mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan kenaikan tunjangan fungsional bagi peneliti lembaga pemerintah. Namun, kenaikan tunjangan tersebut masih menunggu peraturan presiden. Dalam rapat antarkementerian tahun 2010, kata Lukman Hakim, sudah disepakati tunjangan fungsional peneliti tertinggi sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Saat ini, tunjangan tertinggi Rp 1,4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com </strong>— Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lukman Hakim mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan kenaikan tunjangan fungsional bagi peneliti lembaga pemerintah. Namun, kenaikan tunjangan tersebut masih menunggu peraturan presiden.</p>
<p>Dalam rapat antarkementerian tahun 2010, kata Lukman Hakim, sudah disepakati tunjangan fungsional peneliti tertinggi sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Saat ini, tunjangan tertinggi Rp 1,4 juta per bulan.</p>
<p>”Kementerian Keuangan sudah menyetujui. Tinggal menunggu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara melanjutkannya untuk tahapan diproses menjadi perpres (peraturan presiden),” kata Lukman Hakim, ketika mendampingi Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di Kantor Kemristek di Jakarta, Kamis (27/10) malam.</p>
<p><a href="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/10/images.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-477" title="images" src="http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/wp-content/uploads/2011/10/images.jpg" alt="" width="238" height="180" /></a>Besaran tunjangan hingga Rp 7,5 juta per bulan itu, lanjut Lukman, merupakan solusi antara. Apabila pasal adendum (tambahan) jadi dimasukkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tunjangan fungsional gaji peneliti nantinya bisa mencapai Rp 16 juta per bulan.</p>
<p>Menurut Gusti, sebelumnya ada usulan pemberian tunjangan fungsional peneliti hingga Rp 16 juta. Namun, usulan itu dibatalkan karena bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tunjangan peneliti tidak boleh lebih besar daripada gaji pejabat eselon I A</p>
<p><strong>Hanya biaya riset</strong></p>
<p>Sebelumnya, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo mengatakan, pemerintah memperhatiakn peneliti dengan memberikan biaya Rp 50 juta.</p>
<p>Namun, beberapa peneliti mengatakan, insentif riset itu hanya Rp 36 juta. Menurut Lukman, insentif riset bukan komponen take home pay (pendapatan) para peneliti. Insentif riset itu untuk kegiatan riset, bukan untuk pendapatan peneliti.</p>
<p>Mantan Deputi Kepala LIPI Bidang Jasa Ilmiah, Jan Sopaheluwakan, mengatakan, peneliti yang mengalami kesenjangan pendapatan sekitar 7.000 orang.</p>
<p>Sumber: Kompas Cetak (28/10/11)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biomaterial.lipi.go.id/main/?feed=rss2&#038;p=476</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

