Eksplorasi Bioresources 2016

eksplorasi-bioresources

Tahun 2016 ini Kelompok Penelitian (Keltian) Pengendalian Hama Pemukiman dan Pertanian (PHPP) berkesempatan kembali untuk mengikuti kegiatan eksplorasi Bioresources Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) yang telah menginjak  tahun ke dua. Lokasi kegiatan eksplorasi tersebut adalah di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti (TNLW), Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur  yang diwakili oleh Yusup Amin dan di Gunung Gandang Dewata (GGD), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang diwakili oleh Bramantyo Wikantyoso. Salah satu tujuan eksplorasi ini untuk menemukan sumberdaya alam hayati yang berpotensi sebagai produk biomaterial (biopestisida, biokontrol, dan bahan baku kayu konstruksi). Kegiatan eksplorasi  dilakukan selama 20 hari dari tanggal 15 April sampai dengan 4 Mei 2016.

Potensi sumberdaya alam hayati dari TNLW dan GGD meliputi rayap, tanah, hingga kenakearagamaan jamur Basiodiomycetes. Khusus di TNLW ditemukan beberapa jenis kayu yang memiliki tingkat kekerasan cukup tinggi. Saat ini, hasil eksplorasi bioresources dari kedua tempat tersebut masih dalam tahap penelitian tingkat laboratorium di keltian PHPP.

Proses screening terhadap cendawan entomopatogen dari sampel tanah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali hama pertanian, sedangkan proses karakterisasi terhadap sampel kayu dari TNLW melalui pendekatan karakteristik kerapatan kayu diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan jenis-jenis kayu di Pulau Sumba sebagai bahan baku kayu kontruksi. Jamur Basiodiomycetes dimanfaatkan sebagai bio-atraktan (penarik alami) untuk rayap. Ditambah dengan penelitian lintas keltian (kaloborasi dengan keltian Teknologi Proses Biomassa dan Bioremediasi) dalam mencari potensi enzim dari jamur Basidiomycetes sebagai agen bioremediasi dalam penanganan limbah pencemaran lingkungan, khususnya limbah industri batik. Dibalik itu semua, terusung harapan besar agar hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang besar dan nyata bagi masyarakat Pulau Sumba dan Gunung Gandang Dewata khususnya, serta dapat menambah khasanah pengetahuan tentang pemanfatan sumber daya hayati Indonesia sebagai produk biomaterial.

eksplorasi bioresources