Humanosphere Science School 2016 dan the 6th International Symposium for Sustainable Humanosphere (ISSH)

Pusat Penelitian Biomaterial-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI) bekerjasama dengan Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH), Kyoto University menyelenggarakan “Humanosphere Science School 2016 dan The 6th International Symposium for Sustainable Humanosphere (ISSH)” pada 15-16 November 2016 bertempat di IPB-International Convention Center, Bogor.

The International Symposium for Sustainable Humanosphere (ISSH) dibuat sebagai media untuk mengembangkan kesadaran terhadap humanosphere. ISSH merupakan bagian dari Humanosphere Science School (HSS), sebuah agenda tahunan kerjasama antara Pusat Penelitian Biomaterial dengan Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH) Kyoto University Jepang yang dirintis sejak tahun 2006 dan telah diperkuat dengan Memorandum for Understanding (MOU). Humanosphere Science School (HSS) ialah wahana berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dari para ahli dan peneliti yang berpengalaman kepada para peneliti muda mengenai masalah-masalah berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan dari sisi ekonomi dan sisi ekologi. Kegiatan ini merupakan kesempatan baik bagi para peneliti antar-disiplin, praktisi, pengajar, dan profesional untuk berdiskusi langsung guna memperluas pengetahuan.

Pada tahun 2016, acara ini mengusung tema “Integrating Bioresources and Advanced Technology for Sustainable Development” menghadirkan 11 pembicara yaitu para ahli dan peneliti dari Indonesia dan Jepang. Para pembicara yang terlibat dalam acara ini mewakili 5 ruang lingkup seminar yang meliputi: Forest science, Biological science, Earth science, Community-based development and social economic science, serta Advanced science and technology. HSS-ISSH 2016 dihadiri oleh 161 peserta baik pemakalah maupun pendengar yang berasal dari 15 universitas dan 15 institusi yang berbeda. Para pemakalah ISSH terbagi menjadi 2 jenis presentasi yaitu oral dan poster. Pemakalah oral sebanyak 24 peserta dan poster sebanyak 18 peserta. Besarnya antusias peserta pada tahun ini dan kesuksesan acara ini didukung oleh kerjasama banyak pihak diantaranya PT. Karuna Sumber Jaya, Banana Paper, PT. Tritama Wirakarsa, PT. Riken Indonesia, CV. Khoirutama.

Universitas yang terlibat sebagai peserta diantaranya adalah: Institut Pertanian Bogor  (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Jambi, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara (USU), UIN Bandung, Universitas Padjajaran Bandung,  Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Universitas Airlangga, Universitas Mercu Buana, Universitas Gontor Darusallam, Universitas Nusa Bangsa, Universitas Tanjung Pura. ,Instiper Univ. Jogjakarta. Institusi atau lembaga litbang yang terlibat sebagai peserta diantaranya adalah: LIPI, RISH, Kyoto Univ. Japan, Satreps, Jastip, Kazusa Dna Res. Inst., JST, JICA, ARN, LAPAN, BMKG, CIFOR, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.or-s-yusuf or-t-watanabe ps-1

BIOMATTEX, Perekat Berbasis Lateks Karet Alam

Perekat alami seperti perekat berbasis lateks karet alam (LKA) berbasis sumberdaya hayati berpotensi untuk dikembangkan dalam skala produksi dan diaplikasikan pada industri panel kayu. Hal ini didukung oleh segi keterbaharuan bahan baku, kontinuitas bahan, teknologi pembuatannya yang relatif sederhana, dengan kadar emisi formaldehida yang rendah atau tidak ada dan bersifat waterbased.

Biomattex

Selengkapnya »

Pelatihan Aplikasi Teknologi Sederhana untuk Produksi Kertas Seni dan Produk Turunannya

Pada tanggal 6-7 September 2016, bertempat di Pusat Penelitian Biomaterial LIPI,  dilaksanakan kegiatan Pelatihan Aplikasi Teknologi Sederhana untuk Produksi Kertas Seni dan Produk Turunannya. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari LIPI dan luar LIPI diantaranya guru-guru sekolah TK, SD, SMU, mahasiswa, dan peserta umum lain.

produk-seni-kertas-daur-ulang

Selengkapnya »

Pengembangan Self Healing Concrete

Beton (concrete) merupakan salah satu komposit yang terdiri dari agregat dan pengikat yang umumnya merupakan bagian dari struktur utama bangunan. Beton dituntut memiliki sifat yang kuat, namun keretakan pada material tersebut sangat sulit dihindari dan merupakan fenomena yang umum terjadi. Retak tersebut terjadi seiring bertambahnya umur dan kerja beton karena terus-menerus menahan beban dan selanjutnya retak cenderung meluas sehingga membutuhkan perawatan yang mahal untuk memperbaikinya. Keretakan juga akan membuat cairan dan gas dari luar masuk ke dalam beton sehingga berpotensi merusak struktur beton.

pengambilan-sampel

Selengkapnya »