Skip to main content

Puslit Biomaterial-LIPI Jalin Kerja Sama dengan PT. Interna Kawan Setia

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI dan Direktur PT. Interna Kawan Setia melakukan penandatanganan Kerjasama

Pada  16 April 2019 dilaksanakan Penandatanganan naskah kerja sama antara Puslit Biomaterial-LIPI dengan PT. Interna Kawan Setia bertempat di Puslit Biomaterial LIPI. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kapuslit Biomaterial LIPI, Dede Heri Yuli Yanto, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati, Enny Sudarmonowati, dan  Direktur Utama PT. Interna Kawan Setia, Gidion Gunawan Sutanto.  Para pihak yang menandatangani naskah dilakukan oleh Deputi IPH dan Direktur Utama PT. Interna Setia.   

Dalam sambutannya, Dede Heri Yuli Yanto, menyampaikan bahwa kegiatan kerjasama ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan. Selanjutnya Deputi IPH LIPI, Enny Sudarmonowati menyampaikan apresiasinya kepada PT. Interna Kawan Setia yang selama ini sudah berkolaborasi dengan Puslit Biomaterial LIPI dan ke depan diharapkan dapat digali potensi kerja sama di bidang lainnya.

Kerja sama yang akan terjalin selama tiga tahun ini bertujuan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi insulator badan gerbong kereta api yang mengembangkan teknologi komposit insulator badan gerbong kereta yang berasal dari polyurethane foam dan serat alam. (yovita/edt:Ag)

LIPI Bangun Infrastruktur Riset dengan iLaB

Humas, Cibinong, 16/4. Akhir Nopember 2019 mendatang diperkirakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI )akan memiliki Integrated Laboratory of Bioproduct (iLab). iLab merupakan laboratorium bioproduk terintegrasi pertamadi Indonesia. Semua infrastruktur triset yang ada di LIPI merupakan yang pertamadanberskala nasional, jika bukan yang pertama kali, LIPI tidak akan membangun, tutur Laksana Tri Handoko, selaku Kepala LIPI dalam sambutannya pada ground breaking iLaB, di Pusat Penelitian Biomaterial, Cibinong.

iLaB merupakan infrastruktur riset yang didanai dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Tahun lalu, LIPI juga memperoleh pendanaan melalui SBSN untuk pembangunan gedung BSL3 di Puslit Bioteknologi dan Laboratorium Metrologi di Puslit Kimia.Saya akan terus mengawal pembangunan dan pengadaan fasilitas riset yang khusus didanai dalam bentuk SBSN. Beberapa tahun kedepan, saya menargetkan seluruh fasilitas riset terlengkapi dan tidak ada lagi kekurangan alat di kawasan Cibinong Science Center. Pemanfaatan fasilitas akan kami buka seluas-luasnya, baik untuk kalangan industri, bisnis maupun akademisi. Inilah salah satu upaya LIPI untuk meningkatkan critical mass di aspek sumber daya manusia. Dengan modal fasilitas lengkap dan isi otak yang bagus, diharapkan mampu mendorong kolaborasi untuk mencari alternative anggaran penelitian, jelas Handoko.

Dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Enny Sudarmonowati juga menegaskan bahwa keberadaan iLaB beserta peralatan pendukungnya menjadi sangat penting, strategis dan bernilai bagi kemajuan penelitian dan pengembangan bioproduk di Indonesia. Konsep integrasi yang dimaksud disini mencakup 4 proses bisnis dari iLaB yaitu pertama, karakterisasi bahan baku bioproduk, kedua, proses pembuatan bioproduk, ketiga, pengembangan metode uji bioproduk yang terstandarisasi dan terakhir adalah pengujian, sertifikasi mutu, efikasi (keandalan) serta kehalalan bioproduk.

Dede Heri Yuli Yanto, selaku Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial menjelaskan bahwa bioproduk yang dimaksud dalam iLaB merupakan material berbahan sumber daya hayati (bio-based material) yang diproses menjadi produk baru yang mempunyai nilai tambah dan ekonomi, seperti biokomposit, biopestisida, bioetanol, bioplastik dan lainnya. Bioproduk juga merupakan bahan hayati yang digunakan dalam keadaan hidup, misalnya enzim dan pupuk oganik. Produk inovatif dapat berupa bilah turbin. Sedangkan dalam bentuk selulosa adalah biopolymer hasil utama fotosintesis diproses dengan pendekatan nano teknologi sehingga diperoleh sediaan material maju dalam bentuk cellulose nano crystal (CNC) dan cellulose nano fibrils (CNF) untuk aplikasi dalam bidang obat, pangan, penyimpan energy dan material ringan komposit akan menjadi harapan baru dalam pengembangan bioproduk di Indonesia.

Dana usulan proyek pembangunan iLAB ini mencapai Rp. 95 milyar. Fasilitas iLaB terdiri dari gedung dua lantai dengan luas 3379 m. Gedung iLaB akan dilengkapi dengan fasilitas peralatan utama dan pendukung seperti ruang pengolah data, ruang presentasi data, ruang tampilan bioproduk, ruang pelayanan, dan ruang pelatihan. Semoga dalam waktu 181 hari proyek ini dapat terselesaikan ujar Dede. (Sa/ed Ks)

Repositori Ilmiah Nasional (RIN) di Era Revolusi Industri 4.0

Pembukaan Bimtek RIN oleh Plt. Kepala P2 Biomaterial Dr. Dede Heri Yuli Yanto dan pemaparan oleh Plt. PDDI-LIPI,  Hendro Subagyo, M. Eng

Humas, Cibinong, selasa 19/3 diselenggarakan Bimbingan teknis RIN, bertempat di Pusat Penelitian Biomaterial Cibinong Science Center, Botanic Garden, melalui kegiatan Bimtek ini perlu disosialisasikan sehingga diketahui, Hak peneliti terhadap penelitiannya sangat terjaga apalagi yang menyangkut data-data penelitian” disampaikan Dr. Dede Heri Yuli Yanto selaku Plt. kepala Pusat Penelitian Biomaterial. Pembukaan Bimtek RIN yang dilaksanakan merupakan roadshow perdana sistem pengelolaan dan penyimpanan karya ilmiah dan data primer penelitian, lanjut Dede. RIN tidak hanya berisikan publikasi riset tapi data keseluruhan penelitian, peneliti bisa menentukan data yang boleh diakses masyarakat, atau masih disimpan guna pengembangan penelitian artinya belum bisa diakses masyarakat, tutur Dede.

Di era revolusi industri 4.0  RIN yang merupakan program nasional, sangat penting untuk peneliti dalam upaya mendijitalisasi data-data ilmiah penelitian baik publikasi maupun data-data sekunder yang akan diaktori oleh peneliti sendiri. Akan tetapi para peneliti khususnya di Pusat Penelitian di Biomaterial LIPI belum mengetahui cara-cara untuk meyimpan data pada RIN. Untuk itu perlu dilakukan bimbingan teknis kepada para peneliti agar dapat memasukkan data-data penelitian untuk disimpan dan dipelihara. Partisipasi aktif dari para peneliti sangat dibutuhkan agar program RIN dapat terlaksana dengan baik, tutup Dede

Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI No.12 tahun 2016, yang mewajibkan setiap peneliti untuk menyerahkan data penelitian dalam repositori dan depositori setelah menyelesaikan penelitian, maka penerapan RIN di lingkungan LIPI optimis akan dapat terlaksana “Data hasil penelitian saat ini, masih tersebar di masing-masing peneliti atau kelompok penelitian. Hal ini menyebabkan akses data menjadi terbatas. Data rentan hilang karena adanya keterbatasan pada perangkat lunak dan keras pada komputer yang dimiliki oleh peneliti, back-up data yang tidak teratur, data-data yang tercecer dan kebiasaan peneliti yang terkadang lupa untuk menyimpan semua data-data penelitian. Oleh sebab itu, data perlu dikelola oleh lembaga dalam sebuah repositori data agar dapat diakses dan dimanfaatkan, ungkap Plt. PDDI-LIPI,  Hendro Subagyo, M. Eng..

Selanjutnya Hendro,menyampaikan, data perlu dikelola suatu lembaga dalam sebuah repositori data, sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan kembali. Karya dan data ilmiah ini merupakan aset lembaga dan produk penting dari kegiatan penelitian. Bagaimana data tersebut harus dicatat, disimpan, dipelihara, dan dilestarikan menjadi perhatian LIPI agar seluruh kegiatan riset di Indonesia dapat tersimpan dalam sistem RIN ini. /est/win/edt/ksm.

BIOPELET LIPI, TINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT

Cibinong, 13 Maret 2019. Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI telah berhasil mengembangkan bionergi yang dinilai sangat efisien dari segi biaya dan emisi.  Bioenergi yang dibuat, berupa pelet yang berasal dari limbah biomassa seperti ampas kopi dan serbuk kayu. Seperti kita ketahui harga bahan bakar gas selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.  Untuk itu perlu dicarikan bahan bakar lain yang dapat menggantikan bahan bakar gas.  “Dengan teknologi sederhana, LIPI telah berhasil membuat biopelet dan menghasilkan paten terkait formulasi dan tungku biopelet.  Teknologi biopelet yang jauh lebih murah, diharapkan dapat dijadikan alternatif energi pengganti gas atau untuk mengurangi emisi dari batu bara.

Teknologi biopelet LIPI diketahui sangat rendah emisi, tinggi kalori dan murah dengan efisiensi bisa mencapai 40% dibandingkan penggunaan bahan bakar gas” ungkap Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI, Dr. Dede Heri Yuli Yanto, M. Agr dalam pembukaan workshop Peran LIPI dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Alih Teknologi Biopelet

Biopelet yang dikembangkan saat ini memiliki banyak kelebihan dan ramah lingkungan, kalori relatif tinggi, minim emisi, serta lebih ekonomis.  Diharapkan sangat cocok untuk diaplikasikan pada Usaha Kecil Menengah (home industry) seperti pabrik kerupuk, keripik, tahu, sukro dan makanan lainnya seru Dr. Lisman Suryanegara yang merupakan koordinator peneliti bioproduk yang mengembangkan biopelet di Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI.  Dengan kelebihan yang dimiliki, biopelet diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada saat ini, bahan bakar yang biasa digunakan oleh home industry adalah gas, kayu bakar, tempurung kelapa dan batu bara. Penggunaan bahan bakar gas dapat meningkatakan biaya produksi karena harganya yang cukup tinggi, penggunaan kayu bakar maupun tempurung kelapa menghasilkan asap yang menyebabkan polusi udara, sedangkan penggunaan batu bara selain menghasilkan asap hitam juga meninggalkan limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan, tambah Lisman.

Untuk lebih memasyarakatkan teknologi biopelet agar lebih dikenal dan sebagai ajang alih teknologi LIPI ke masyarakat, maka diadakan kegiatan workshop di P2 Biomaterial dan PPII, LIPI Cibinong dengan peserta yang berasal dari pelaku usaha (UKM), calon pelaku usaha, karang taruna, pihak swasta penyedia mesin pelet,peneliti serta akademisi. “Diharapkan dengan diadakannya workshop ini UKM diwilayah bogor dan bandung yang sangat terkenal dengan industri-industri makanannya dapat beralih ke teknologi biopelet untuk menggantikan bahan bakar gas” ungkap Dede diakhir sambutannya.(est)