Skip to main content

Seminar “ Pengendalian Hama Terpadu perkotaan “ di Cibinong

Hama pemukiman atau urban pest merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat. Berbagai jenis hama seperti tikus, nyamuk, kecoa, rayap, lalat dan sebagainya bisa dijumpai di sebagian besar perumahan, apartemen, perkantoran, maupun pabrik. Berbagai permasalahan dapat ditimbulkan dengan kehadiran hama pemukiman, diantarannya timbulnya penyakit dan merusak estetika. Hama pemukiman tidak saja menjadi ancaman warga yang tinggal di perumahan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi pengusaha makanan karena bisa menjadi sumber penyakit. Perbedaan status sosial, tingkat pendidikan, budaya, dan lain-lain secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap jenis hama yang dikendalikan oleh masyarakat.

Mengusung tema “Sustainable Development of Urban Integrated Pest Management” dengan menfokuskan pada serangga hama rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk (bed bugs). Kegiatan seminar ini sebagai upaya untuk mengakselerasi peran dan sinergi para peneliti dari lembaga penelitian, akademisi dari perguruan tinggi serta pihak industri pengendalian serangga hama (Pest Control Operator PCO), telah diselenggrakan diruang auditorium, Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Cibinong, pada Kamis (21/02).

Pusat Penelitian Biomaterial LIPI melalui kelompok penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodegradasi (PSHB) menfokuskan kegiatan penelitiannya sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lignoselulosa, menyelenggarakan seminar tentang Pengendalian Hama Terpadu perkotaan sebagai wadah tatap muka dan tukar informasi penelitian di bidang ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan (rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk).

Adapun, tujuan penyelenggaraan seminar ini mensosialisasikan perkembangan terkini terkait pengendalian serangga hama pemukiman (rayap, nyamuk, kecoa, semut, dan kutu busuk), serta perkembangan terkini penelitian dibidang urban pest management. Seminar dihadiri oleh 97 peserta dariLembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, ASPPHAMI, serta pihak Industri Pengendalian Serangga Hama (Pest Control Operator PCO).

Dr. Dede Heri Yuli Yanto, MSc. Selaku Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, mengatakan melalui kelompok penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodegradasi (PSHB) banyak menghasilkan teknologi dan produk yang terkait dengan pengendalian serangga hama selama ini. Hasil yang diperoleh untuk anti rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk, jelasnya.

Dede menambahkan, penelitian yang berkaitan dengan ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan di negara-negara berkembang, terutama di Indonesia belum mampu memberikan informasi secara komprehensif kepada masyarakat umum maupun para pelaku industri Pengendalian Serangga Hama (Pest Control Operator PCO) serta belum diikuti dengan aplikasi dan implementasi yang optimal, ujarnya sekaligus membuka acara.

Sementara itu, Dede menjelaskan kendala utama pengembangan penelitian yang efektif adalah kurangnya pemahaman peneliti terhadap permasalahan sebenarnya yang menjadi kebutuhan indursti dan masyarakat, demikian juga sebaliknya. Sejauh ini, hasil penelitian dibidang ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan dibahas dan didiskusikan secara terbatas dalam bentuk publikasi ilmiah, oleh karena itu pemahaman dalam pengendalian hama melalui Integrated Pest Management itu menjadi sangat penting, ungkapnya.

Sebagai informasi Seminar ini menghadirkan  (keynote lecture); Boyke Arif Pahlevi – (Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), memaparkan “Permasalahan Serangga Hama Pemukiman di Indonesia”, Prof. Dr. Sulaeman Yusuf, M.Agr. (Puslit Biomaterial, LIPI), memaparkan  Penelitian dan Pengendalian Serangan Rayap, Prof. drh. Upik Kesumawati H., MS., Ph.D. – (Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (IPB)), memaparkan Tren Pengendalian Kecoa di Indonesia, Dr. Veera Singham – Center for Chemical Biology, (Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia), memaparkan Penelitian Terkini Tentang Kutu Busuk,  Dr. Wan Fatma – School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia), memaparkan “Bio-Ekologi Dan Pengendalian Nyamuk” dan Dr. Ikhsan Guswenrivo – Puslit Biomaterial, LIPI), memaparkan “Perilaku Dan Manajemen Pengendalian Semut”. Seminar ini diharapkan peserta Pest Control Operator (PCO), peneliti dan mahasiswa dapat saling bertukar informasi dan pengalaman melalui presentasi dan diskusi formal maupun informal mengenai perkembangan terkini mengenai pengendalian serangga hama permukiman serta managemen pengendaliannya dikatakan Dede, **Hny/ksm**

ASPPHAMI: Kerugian Akibat Rayap di Indonesia Capai Triliunan Rupiah

INDUSTRY.co.id -Yogyakarta, Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) menyatakan bahwa kerugian akibat rayap di Indonesia mencapai hingga triliunan rupiah. Hal ini membuka potensi pasar jasa pengendalian hama di tanah air.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi di sela-sela seminar The 12th Pacific-Rim Termite Research Group (PRTRG) yang digelar di Yogyakarta, Rabu (21/3/2018).

Dia menjelaskan, wilayah Indonesia beriklim tropis yang hangat sepanjang tahun disertai kelembaban udara yang tinggi (70-90%) dan tanah yang kaya akan bahan organik.

Selengkapnya