Jamur Pembunuh Nyamuk DBD

Pengasapan Dan Penebaran Larvasida Kimia Untuk Mengendalikan Populasi Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue Dianggap Tidak Ramah Lingkungan. Dengan Menggunakan Jamur Metarhizium Sp, Selain Nyamuk Terbunuh, Lingkungan Pun Tidak Tercemar. Pengasapan dan penebaran larvasida kimia untuk mengendalikan populasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue dianggap tidak ramah lingkungan. Dengan menggunakan jamur Metarhizium sp, selain nyamuk terbunuh, lingkungan [...]

Kayu Tahan Api

Kebakaran sepertinya menjadi hal yang lumrah menimpa bangunan, baik perumahan maupun gedung lainnya, dalam skala besar ataupun kecil. Sudah berapa banyak kerugian akibat kebakaran, baik material maupun korban jiwa. Tercatat, frekuensi kebakaran di Provinsi DKI Jakarta sebesar 7-8 kasus setiap hari. Kerugian akan makin tinggi bila dihitung secara keseluruhan untuk semua kasus kebakaran yang terjadi [...]

Pemanfaatan Limbah Cangkang Udang Sebagai Bahan Pengawet Kayu Ramah Lingkungan

Udang adalah komoditas andalan dari sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Potensi produksi udang di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Selama ini potensi udang Indonesia rata-rata meningkat sebesar 7,4 persen per tahun.< per persen 7,4 sebesar meningkat rata-rata Indonesia udang potensi ini Selama meningkat. terus tahun ke dari di produksi Potensi [...]

Pengolahan Limbah Cangkang Udang

Udang adalah komoditas andalan sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Adapun Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor udang terbesar di dunia dengan nilai ekspor antara 850 juta sampai 1 miliar dollar AS per tahun. Data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2003 seluas 478.847 [...]

Prev 1 2 3 4 Next

Proses Penerimaan CPNS LIPI Selesai

Interview

Setelah melewati beberapa tahap, mulai dari seleksi administrasi, kemudian tes tertulis, dan terakhir wawancara & psikotes, akhirnya terpilihlah 150 calon pegawai negeri sipil LIPI. Untuk UPT Balai Litbang Biomaterial sendiri mendapat jatah 9 formasi. Beberapa nama yang diterima di UPT kami diantaranya:

1. 1222682348 – Lilik Astari S1 MIPA Biologi
2. 1221649098 – Maya Ismayati S1 MIPA Kimia Organik
3. 1221809692 – Yeny Indri Hapsari D3 Ekonomi Akuntansi
4. 1222013792 – Abdurakhman Yusuf D3 Administrasi Negara
5. 1222049424 – Danang Sudarwoko Adi S1 Teknologi Hasil Hutan
6. 1221452185 – Anis Sri Lestari S1 MIPA Biologi
7. 1222556713 – Raden Permana Budi Laksana D3 MIPA Kimia Analis
8. 1221540960 – Wida Banar Kusumanigrum S1 Teknik Kimia
9. 1222433296 – Eka Sulistyawati D3 Administrasi Negara

Kami ucapkan selamat kepada yang telah terpilih menjadi bagian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Semoga generasi muda yang terpilih dapat menjadi agent of change.

Note: keterangan lengkap mengenai proses penerimaan CPNS LIPI silakan kunjungi http://cpns.lipi.go.id

Pengumuman Lelang (prakualifikasi) Alat Pengolah Data

PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI

Nomor: 009/PENG/BPPB/PPBJ/X/2008

UPT Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, akan melaksanakan Prakualifikasi Pemilihan Langsung untuk paket pemasokan barang sebagai berikut:

1. Paket Pemasokan:

Nama paket pemasokan : Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Lingkup pemasokan : Pengadaan Alat Pengolah Data

Perkiraan nilai pemasokan  Rp 70.350.000,-(tujuh puluh juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah)

Sumber pendanaan : APBN Tahun anggaran 2008

2. Persyaratan Peserta:

Paket pemasokan ini terbuka untuk penyedia barang (Usaha Kecil termasuk Koperasi Kecil/Usaha Kecil termasuk Koperasi Kecil, dan Usaha Non-Kecil) yang memenuhi persyaratan kualifikasi sebagaimana diatur dalam Dokumen Prakualifikasi.

3. Jadwal Prakualifikasi:

Pengumuman: tanggal 9 sd. 17 Oktober 2008

Pendaftaran dan pengambilan Dokumen Prakualifikasi: tanggal 10 s.d. 20 Oktober 2008

(dan nama petugas untuk memperoleh informasi)

Nama : Deni Sonjaya, S.Sos..

Tempat dan alamat : UPT Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial – LIPI

Komplek Cibinong Science Center, Cibinong

Jl. Raya Bogor Km. 46, Cibinong, Bogor 16911

Hari/tanggal : Jumat – Senin, 10 s.d. 20 Oktober 2008

Waktu : 09.00 WIB – 15.00 WIB

Pemasukan Formulir Penilaian Kualifikasi: tanggal 21 Oktober s.d. 29 Oktober 2008

4. Penyedia barang yang berminat dapat mendaftarkan diri ke alamat tersebut di atas, dan memperoleh Dokumen Prakualifikasi.

5. Penyedia barang yang merupakan badan usaha dapat diwakilkan dengan ketentuan wajib membawa surat kuasa atau surat tugas dari pimpinan perusahaan. Penyedia barang perseorangan tidak boleh diwakilkan.

Cibinong, 9 Oktober 2008

Ketua Panitia Pengadaan

Memanfaatkan Akasia sebagai Perekat

Industri bubur kertas banyak menyisakan limbah yang tak terpakai, yaitu berupa kulit kayu. Selama ini kulit kayu akasia (acacia mangium) belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, dengan sedikit sentuhan teknologi, kulit kayu akasia yang berasal dari limbah industri pulp ini bisa dimanfaatkan untuk perekat kayu lapis. Dengan demikian, penggunaan perekat urea fomaldehida yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak ramah lingkungan bisa ditekan.

Pada perkebunan tanaman industri pulp atau bubur kertas, pohon akasia menjadi andalan. Tanaman ini memunyai keunggulan dibanding beberapa jenis tanaman lain. Selain batang pohonnya cocok dijadikan bubur kertas, tanaman ini memunyai kadar selulosa tinggi dan mampu tumbuh dengan cepat. Pada umur enam hingga delapan tahun, tanaman akasia yang ditanam pada area Hutan Tananam Industri (HTI) dengan perawatan baik sudah bisa dipanen.
Saat ini di Indonesia diperkirakan terdapat 800 ribu hektare HTI untuk jenis akasia. Hampir semua kayu yang dihasilkan digunakan untuk produksi pulp (bubur kertas) sebagai bahan dasar kertas. Dengan demikian, bisa dibayangkan, begitu besar industri ini mengandalkan pohon akasia sebagai bahan baku utama.

Namun, industri pulp tidak mengambil seluruh bagian dari pohon akasia untuk dijadikan bubur kertas. Hal ini karena tidak semua bagian pohon akasia layak untuk dijadikan pulp. Contoh yang tidak termanfaatkan adalah kulit kayu akasia. Kulit kayu ini pada industri kertas hanya dibiarkan menjadi limbah tak terurus. Hingga kini belum ada upaya pemanfaatan limbah kulit kayu untuk didaur ulang atau untuk keperluan lain.

Padahal kulit kayu akasia masih menyimpan potensi untuk dikembangkan. Menurut Dr Subiyakto, Peneliti Laboratorium Biokomposit UPT Balai Litbang Biomaterial-LIPI, Cibinong, Bogor, saat ini satu pabrik pulp bisa menghasilkan limbah kulit kayu sekitar puluhan ton per hari. “Limbahnya begitu banyak dan belum termanfaatkan. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.
Potensi yang bisa dimanfaatkan pada limbah ini, menurut Subiyakto, adalah polipenol alam, yaitu tanin yang terdapat pada serbuk kulit kayu akasia. Tanin ini, menurut beberapa penelitian, berguna dalam proses perekatan. Berdasarkan hasil ekstraksi kulit kayu akasia, ternyata terdapat kadar tanin sebesar 40 persen. Kadar tanin ini dalam penelitian begitu reaktifit terhadap urea formaldehida, yaitu perekat pada industri kayu lapis.

Tanin sendiri merupakan komponen zat organik derivat polimer glikosida yang terdapat dalam bermacam-macam tumbuhan, terutama tumbuhan berkeping dua (dikotil). Monomer tanin atau senyawa kimia yang bisa dirangkaikan adalah digallic acid dan D-glukosa. Ekstrak tanin terdiri dari campuran senyawa polifenol yang sangat kompleks dan biasanya tergabung dengan karbohidrat rendah. Berdasarkan uji coba yang dilakukan Subiyakto, tanin formaldehida dapat digunakan sebagai bahan perekat kayu lapis eksterior maupun interior. (lagi…)

Page 5 of 8« First...«34567»...Last »