Skip to main content
Publikasi

Publikasi ilmiah hasil penelitian

Produk

Produk dan prototipe hasil penelitian

Layanan

Kerjasama Riset, Jasa Pengujian, Bimbingan Mahasiswa

Saatnya Beralih ke Energi Baru Terbarukan

Cibinong, 24 September 2019. Energi merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kalangan industri maupun Usaha Kecil Menengah (UKM) membutuhkan bahan bakar sebagai sumber energi dalam proses produksinya. Jenis bahan bakar yang sering digunakan bermacam-macam, diantaranya adalah bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, solar dan gas.

Penggunaan batu bara sebagai sumber energi dianggap paling ekonomis, meskipun dilihat dari sisi lingkungan paling berbahaya, karena proses penambangannya merusak alam yang menyebabkan punahnya keanekaragaman hayati.Penggunaan batu bara menghasilkan asap yang mengandung sulfur yang dapat menyebabkan hujan asam. Kemudian sisa pembakaran batu bara menghasilkan limbah PABA yang masuk kategori limbah B3.  Dibandingkan batu bara, penggunaan solar dan gas alam dianggap lebih bersih meskipun tetap mengeluarkan emisi CO2 ke lingkungan. Ketiga sumber energi tersebut merupakan energi yang tidak terbarukan, sehingga suatu saat nanti ketersediaannya akan berkurang bahkan habis.

Pemerintah Indonesia melalui PP nomor 79 tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional, telah menargetkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025. Untuk mewujudkan capaian tersebut perlu upaya yang serius dari berbagai pihak, baik di kalangan industri, pemerintah, lembaga riset maupun masyarakat. Sosialisasi dan inisiasi pemanfaatan energi terbarukan terus digalakan.

Puslit Biomaterial LIPI sebagai Pusat Unggulan Indonesia (PUI) Lignoselulosa telah mengembangkan bioenergi yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar pengganti gas berupa biopelet yang dibuat dari limbah biomassa ampas kopi dan serbuk kayu. Kelebihan dari biopelet tersebut yakni ramah lingkungan, kalori relatif tinggi, minim emisi, serta lebih ekonomis.  Proses pengembangan biopelet berbasis ampas kopi dan serbuk kayu dimulai tahun 2016 dan telah dilakukan uji pasar pada beberapa homeindustrymakanan di wilayah Cibinong, Cimahi dan Bandung.

Diseminasidan Alih Teknologi

Kegiatan diseminasi produksi biopelet dan penggunaannya kepada pelaku usaha dan masyarakat telah dilakukan LIPI dalam bentuk workshop melalui program IPTEKDA. Hasil riset biopelet juga disosialisakan kepada PEMDA danKementerian LHK dalam kegiatan FGD Energi Baru dan Terbarukan. Sambutan pelaku usaha dan masyarakat pada biopelet cukup tinggi. Banyak UKM yang bergerak di bidang makanan seperti pabrik krupuk, kripik dan tahu, yang asalnya menggunakan gas beralih menjadi biopelet sebagai bahan bakar dalam proses produksinya.

Salah satu faktor kunci keberhasilan konversi bahan bakar fosil menjadi biopelet adalah ketersediaan biopelet itu sendiri di pasaran. Untuk itu, P2 Biomaterial LIPI telah berusaha melakukan alih teknologi produksi biopelet dari ampas kopi  kepada pelaku usaha. Salah satu yang sedang dijajaki adalah proses lisensi teknologi biopelet kepada PT. Banten Bangkit Sejahtera yang bergerak dalam bidang pengelolaan limbah ampas kopi.

Pada hari Selasa tanggal 24 September 2019, pimpinan PT. Banten Bangkit Sejahtera berkunjung ke kantor P2 biomaterial LIPI di Cibinong dengan tujuan untuk mendiskusikan tahapan proses alih teknologi biopelet. Kapus Biomaterial didampingi peneliti dan tim valuasi dari PPII memberikan paparan terkait teknologi biopelet serta mendiskusikan langkah-langkah yang harus ditempuh sampai kepada lisensi. Dari pertemuan tersebut, diharapkan penandatangan kontrak lisensi dapat dilakukan pada bulan Desember saat peresmiaan gedung iLaB P2 biomaterial LIPI di Cibinong. (Ls)

Informasi lebih lanjut : Dr. Lisman Suryanagara


Selamat dan sukses atas dilantiknya Kepala Pusat Penelitian Biomaterial Dr. Iman Hidayat dan Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian Pusat Penelitian Biomaterial LIPI
Dr. Dede Heri Yuli Yanto periode 2019-2024 oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta 10 September 2019

HUT LIPI 52 Tahun “Membangun Kebersamaan untuk Perubahan”

Humas, Cibinong, 23/8. “Per erat hubungan persaudaraan keluarga besar LIPI di usia 52 tahun”  merupan salah satu harapan yang disampaikan LT Handoko selaku Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada ajang jalan sehat dalam memperingati 52 tahun LIPI. Peringatan HUT LIPI kali ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya yaitu diisi dengan jalan sehat menyusuri jalan lingkar CSC-BG serta berakhir di Rusunawa-LIPI. “Mengusung tema “Membangun Kebersamaan untuk Perubahan” kegiatan jalan sehat sendiri merupakan forum silaturahmi sehingga terbuka peluang untuk saling berkolaborasi untuk meningkatkan sumber daya manusia unggul menuju lembaga riset yang produktif dan berkualitas,” tutur Handoko.

Penghargaan satuan kerja terbanyak diraih oleh Pusat Penelitian Biomaterial, P2 Bioteknologi dan P2 Biologi

Handoko berharap peringatan ke-52 LIPI ini mampu mendorong iklim kerja yang lebih kondusif  bagi seluruh pegawai. “Terwujudnya lingkungan kerja yang kondusif  diyakini akan mampu mendorong semangat segenap sivitas LIPI untuk berkarya lebih baik dalam rangka menjadikan LIPI sebagai lembaga riset yang berintegritas, ilmiah, dan unggul,” ungkap Handoko

Bersamaan dengan acara HUT LIPI 52 tahun, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI Enny Sudarmonowati, berpesan agar satuan kerja yang berada dibawah kedeputian IPH semakin berprestasi serta lebih meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat secara mengglobal sehingga mampu berperan dalam melayani dalam untuk membantu memecahkan permasalahan negara khususnya pada bidang hayati.ungkap Enny. 

Lanjut Enny, dari segi organisasi semua satuan kerja yang berada dibawah kedeputian IPH akan lebih di fokuskan lagi agar hasil penelitiannya menjadi lebih baik.

Sebgai informasi pada perayaan HUT LIPI 52 tahun  kedeputian IPH memperoleh 4 penghargaan dari 6 kriteria yang ada tentu sangat membanggakan. Pusat Penelitian Bioteknologi meraih penghargaan pada kriteria jumlah satker terbanyak bersama dengan Pusat Penelitian Biologi dan Pusat Penelitian Biomaterial. “selamat saya ucapkan kepada yang telah berprestasi jangan cepat puas tingkatkan terus prestasinya” tutup Enny.Acara diakhiri dengan ramah tamah bagi semua sivitas LIPI.(est/edt,Ks)

INISIASI KERJA SAMA PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL LIPI DENGAN PT. SUCOFINDO

Dr. Dede Heri Yuli Yanto memimpin pertemuan Inisiasi kerjasama antara Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI dengan PT. Sucofindo

Cibinong-Bertempat di Pusat Penelitian Biomaterial LIPI pada 28 Juni 2019 diadakan pertemuan Inisiasi kerjasama Puslit Biomaterial dengan PT. Sucofindo tentang kerjasama pelatihan identifikasi kayu. Pada acara ini Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial Dr. Dede Heri Yuli Yanto menyambut baik penjajakan kerja sama pelatihan. Tak lupa pada kesempatan ini beliau menambahkan kedepannya P2 Biomaterial mempunyai fasilitas laboratorium baru yang dilengkapi dengan peralatan mutakhir untuk identifikasi dan analisa kayu.

Terkait hal ini pihak Sucofindo, menyampaikan bahwa pada dasarnya mereka,sebagai pihak yang diberi kewenangan oleh pemerintah, memerlukan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memverifikasi jenis kayu yang akan diekspor. Selanjutnya pelaksanaan kerjasama dan pelatihan secara teknis akan dikoordinasikan dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan LIPI (yovita/ edit:Angga)