Skip to main content
Publikasi

Publikasi ilmiah hasil penelitian

Produk

Produk dan prototipe hasil penelitian

Layanan

Kerjasama Riset, Jasa Pengujian, Bimbingan Mahasiswa

Seminar Sehari – “Sustainable Development of Urban Integrated Pest Management”

Pusat Penelitian Biomaterial LIPI melalui kelompok penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodegradasi (PSHB) memfokuskan kegiatan penelitiannya sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lignoselulosa akan menyelenggarakan seminar tentang Pengendaliah Hama Terpadu perkotaan sebagai wadah tatap muka dan tukar informasi penelitian di bidang ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan (rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk). Seminar ini merupakan seminar sehari yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mengakselerasi peran dan sinergi para peneliti dari lembaga penelitian, akademisi dari perguruan tinggi serta pihak industri pengendalian serangga hama (Pest Control Operator PCO). Seminar ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2019 di Auditorium Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, cibinong dengan judul “Sustainable Development of Urban Integrated Pest Management” dengan menfokuskan pada serangga hama rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk (bed bugs).

Selengkapnya

Refleksi Akhir Tahun 2018 Puslit Biomaterial

Cisarua Bogor. Kamis 6 Desember 2018. Foto bersama seluruh peserta Rapat Koordinasi dan Refleksi Akhir Tahun 2018 Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI di ruang auditorium lantai 3 Safari Lodge

Cisarua Bogor. Kamis 6 Desember 2018. Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI mengadakan Rapat Koordinasi dan Refleksi Akhir tahun 2018. Rapat Koordinasi dan Refleksi yang dilaksanakan di ruang auditorium lantai 3 Safari Lodge dengan mengusung tema ” Dengan Semangat Reformasi Birokrasi Kita Wujudkan ASN Profesional dan Tata Kelola Organisasi Yang Efektif Untuk Peningkatkan Kinerja di Lingkungan Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI” tersebut dihadiri oleh pejabat struktural, staf peneliti dan administrasi di lingkungan Puslit Biomaterial – LIPI.

Selengkapnya

Menyelamatkan Ruang Terbuka Hijau Kota

Menatap dari ketinggian sebagian besar kota-kota besar metropolitan di Indonesia lainnya yang tampak adalah banyaknya bangunan beton bak hutan belantara. Pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan laju pembangunan di daerah perkotaan memunculkan banyak area urban dan semakin menjamurnya bangunan tinggi pencakar langit serta pusat-pusat perbelanjaan yang saling berdekatan jaraknya. Seiring dengan tumbuhnya area urban dan pembangunan fisik berupa gedung-gedung megah di perkotaan memang membanggakan dan kadang menjadi ikon atau landmark suatu kota, namun disisi lain, pembangunan tersebut justru kerap menggeser atau bahkan mencaplok Ruang Terbuka Hijau (RTH). Padahal RTH yang merupakan bagian dari ruang terbuka suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tanaman, tumbuhan dan vegetasi mampu memberikan manfaat langsung atau tidak langsung seperti dalam hal kenyamanan, keamanan, kesejahteraan dan keindahan wilayah perkotaan.

Selengkapnya