Skip to content

Ganti Hosting

09-Dec-09

web-design

Setelah kurang lebih 3 tahun menggunakan hosting dari yahoo! hosting, kini website LIPI Biomaterial menggunakan webserver mandiri. Mudah-mudahan bisa lebih baik. Jika sebelumnya masih menggunakan alamat http://biomaterial-lipi.org maka sekarang berubah menjadi http://www.biomaterial.lipi.go.id

FORMASI CPNS UPT BIOMATERIAL 2009

04-Sep-09

Berikut ini adalah formasi CPNS untuk satuan kerja UPT Balai Litbang Biomaterial:


NO JABATAN KATEGORI STRATA BIDANG JUMLAH

1. Kandidat Peneliti Bidang Kimia peneliti S1 Kimia 1
2. Kandidat Peneliti Bidang Industri peneliti S1 Teknik Industri 1
3. Kandidat Pranata Humas administrasi S1 Komunikasi 1

TOTAL 3

selengkapnya silakan kunjungi situs resmi penerimaan CPNS lipi di http://cpns.lipi.go.id

Call for Papers: International Symposium of Indonesian Wood Research Society

18-Aug-09

CALL FOR PAPERS

THE FIRST INTERNATIONAL SYMPOSIUM OF INDONESIAN WOOD RESEARCH SOCIETY
“Contribution of Scientific Profession Society on the Development of Wood Science and Technology in Indonesia”

Time & Venue
2 – 3 November 2009
IPB INTERNATIONAL CONFERENCE CENTER
BOGOR, INDONESIA

Organized by

Indonesian Wood Research Society

Supported by

Directorate General of High Education
Department of National Education

visit http://biomaterial-lipi.org/iwrs for more information about this symposium.

PENERIMAAN CPNS LIPI 2009

10-Aug-09

LIPI mengundang insan-insan muda calon peneliti Indonesia

Melanjutkan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil – CPNS di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia – LIPI sejak tahun 2005, pada tahun anggaran 2009 ini LIPI kembali membuka kesempatan kepada insan-insan muda Indonesia untuk berkiprah sebagai peneliti dan tenaga pendukungnya di berbagai satuan kerja LIPI.

LIPI adalah lembaga ilmu pengetahuan milik negara yang mendapatkan otoritas tertinggi untuk melakukan kajian dan penelitian ilmiah di Indonesia. Untuk itu LIPI menanungi 47 satuan kerja dengan kompetensi kajian ilmiah atau sebagai pendukung kegiatan ilmiah yang spesifik untuk masing-masing satuan kerja.

Dengan visi Terwujudnya kehidupan bangsa yang adil, cerdas, kreatif, integratif dan dinamis yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang humanistik, LIPI merupakan satu-satunya lembaga penelitian yang meliputi seluruh disiplin ilmu. Dengan karakteristiknya sebagai lembaga multi disiplin, LIPI mengemban misi :

  1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar menjadi penggerak utama dan acuan dalam meningkatkan kemajuan dan persatuan bangsa, memperkuat daya saing masyarakat.
  2. Ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembangunan berkelanjutan yang berwajah kemanusiaan.
  3. Memperkuat landasan etika keilmuan.

Bagi insan-insan muda terbaik Indonesia yang tertarik untuk bersama-sama Membangun Indonesia dengan riset ilmiah di masa depan, sekali lagi kami undang untuk bergabung bersama LIPI.

Menurut rencana, pembukaan registrasi lamaran akan dilakukan bersamaan dengan pengumuman melalui media massa. Untuk itu persiapkan diri dan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan seperti tertulis di halaman INFORMASI.

Tertanda,
Panitia Pengadaan CPNS LIPI 2009

NB: situs resmi penerimaan CPNS LIPI adalah http://cpns.lipi.go.id

Jamur Pembunuh Nyamuk DBD

09-Aug-09

Pengasapan Dan Penebaran Larvasida Kimia Untuk Mengendalikan Populasi Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue Dianggap Tidak Ramah Lingkungan. Dengan Menggunakan Jamur Metarhizium Sp, Selain Nyamuk Terbunuh, Lingkungan Pun Tidak Tercemar.

Pengasapan dan penebaran larvasida kimia untuk mengendalikan populasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue dianggap tidak ramah lingkungan. Dengan menggunakan jamur Metarhizium sp, selain nyamuk terbunuh, lingkungan pun tidak tercemar.

Deni Zulfiana MS, peneliti biomaterial dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tengah sibuk mengembangkan riset tentang pemanfaatan jamur entomopatogen untuk mengendalikan serangga, khususnya rayap tanah. Penelitian yang ia dan timnya lakoni sejak tiga tahun lalu itu berhasil mengetahui kemampuan patogenik beberapa jenis jamur terhadap rayap tanah Coptotermes sp. Salah satu jamur yang diketahui mampu membunuh rayap adalah Metarhizium sp.

Hasil penelitian itu kemudian mengilhami Zulfiana untuk menguji coba mengendalikan nyamuk vektor demam berdarah dengan jamur-jamur entomopatogen. “Saya bertanya-tanya, kalau jamur entomopatogen terbukti cukup ampuh mengendalikan rayap, bisa jadi cukup efektif juga untuk mengendalikan nyamuk vektor demam berdarah,” cetus perempuan yang pernah menghasilkan karya ilmiah berjudul Pengaruh Substrat Serealia terhadap Patogenitas Jamur Entomopatogen pada Rayap Tanah Coptotermes sp.

Zulfiana lantas menelusuri riwayat jamur-jamur entomopatogen. Usut punya usut, ternyata diketahui jamur-jamur itu juga memiliki aktivitas toksin berpadu enzim yang dapat membunuh nyamuk dan larva. Karenanya, ilmuwan mikrobiologi itu pun berusaha mengembangkan potensi jamur entomopatogen, khususnya Metarhizium sp sebagai produk larvasida hayati (biolarvasida) untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor pembawa virus Dengue. More…

HUMANOSPHERE SCIENCE SCHOOL 2009

11-Mar-09

HUMANOSPHERE SCIENCE SCHOOL 2009


WSS 2006 Participant

26 – 27 Maret 2009

Tempat :
UPT Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial,
Lembaga Ilmu Pengetehuan Indonesia (LIPI)
Jl. Raya Bogor Km 46, Cibinong, Bogor

Organizers:
UPT Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial


Didukung Oleh :

Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH) Kyoto University dan CSEAS G-COE Program

*selengkapnya silakan kunjungi http://hss2009.biomaterial-lipi.org

Kayu Tahan Api

07-Mar-09

Kebakaran sepertinya menjadi hal yang lumrah menimpa bangunan, baik perumahan maupun gedung lainnya, dalam skala besar ataupun kecil. Sudah berapa banyak kerugian akibat kebakaran, baik material maupun korban jiwa. Tercatat, frekuensi kebakaran di Provinsi DKI Jakarta sebesar 7-8 kasus setiap hari. Kerugian akan makin tinggi bila dihitung secara keseluruhan untuk semua kasus kebakaran yang terjadi di Indonesia.

Sampai saat ini, dalam pembangunan rumah ataupun bangunan lainnya, sebagian besar masih memakai kayu sebagai komponen. Ini karena kayu merupakan bahan yang murah serta mudah didapat dan dibentuk ketika akan digunakan untuk membangun rumah. Di sisi lain, kayu merupakan bahan yang sangat mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering. Kondisi inilah yang sering memicu terjadinya kebakaran pada bangunan tersebut.

Mudahnya penjalaran api pada kayu disebabkan oleh sifat alami komponen kayu yang tersusun atas 50 persen karbon, 6 persen hidrogen, dan 44 persen oksigen yang memang mudah terbakar. Dalam kondisi cukup udara dan adanya api, unsur kimia ini mudah terurai menjadi komponen gas mudah terbakar, seperti CO, CO2, H2, dan CH4. More…

Pemanfaatan Limbah Cangkang Udang Sebagai Bahan Pengawet Kayu Ramah Lingkungan

05-Mar-09

.

Udang adalah komoditas andalan dari sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Potensi produksi udang di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Selama ini potensi udang Indonesia rata-rata meningkat sebesar 7,4 persen per tahun.< per persen 7,4 sebesar meningkat rata-rata Indonesia udang potensi ini Selama meningkat. terus tahun ke dari di produksi Potensi beku. bentuk dalam diekspor umumnya yang perikanan sektor andalan komoditas>

Data tahun 2001, potensi udang nasional mencapai 633.681 ton. Dengan asumsi laju peningkatan tersebut tetap, maka pada tahun 2004 potensi udang diperkirakan sebesar 785.025 ton. Dari proses pembekuan udang untuk ekspor, 60-70 persen dari berat udang menjadi limbah (bagian kulit dan kepala) sehingga diperkirakan akan dihasilkan limbah udang sebesar 510.266 ton.

Limbah sebanyak itu, jika tidak ditangani secara tepat, akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, karena selama ini pemanfaatan limbah cangkang udang hanya terbatas untuk pakan ternak saja seperti itik, bahkan sering dibiarkan membusuk.

Cangkang udang mengandung zat khitin sekitar 99,1 persen. Jika diproses lebih lanjut dengan melalui beberapa tahap, akan dihasilkan khitosan, yaitu: More…

Pengolahan Limbah Cangkang Udang

02-Mar-09

Cangkang Udang

Udang adalah komoditas andalan sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Adapun Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor udang terbesar di dunia dengan nilai ekspor antara 850 juta sampai 1 miliar dollar AS per tahun.

Data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2003 seluas 478.847 hektar (ha) dengan volume produksi 191.723 ton atau 400 kilogram (kg) per hektar.

Untuk tahun 2004 ditargetkan usaha itu pada areal 328.425 ha dengan produksi 226.553 ton atau 690 kg per hektar. Setahun berikutnya pada areal seluas 397.398 ha dengan produksi 251.599 ton atau hanya 660 kg per hektar. Tahun 2006 seluas 480.850 ha dan 281.901 ton.

Tahun 2007 seluas 581.825 ha dan 318.565 ton, tahun 2008 seluas 704.013 ha dengan produksi 362.935 ton atau 510 kg per ha, serta tahun 2009 luas areal budidaya udang mencapai 851.852 ha serta volume produksi yang ditargetkan sebanyak 416.616 ton.

Sebagian besar udang yang dibudidayakan adalah jenis udang windu. Namun, pada dekade terakhir ini banyak yang mulai beralih ke jenis udang lain, yaitu udang vannamei (vannamei booming). Sebab, dari hasil penelitian, jenis ini lebih tahan dari serangan penyakit white spot yang banyak menyerang udang jenis lain, seperti udang windu.

Di Indonesia saat ini ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 500.000 ton per tahun. Dari proses pembekuan udang (cold storage) dalam bentuk udang beku headless atau peeled untuk ekspor, 60-70 persen dari berat udang jadi limbah (bagian kulit dan kepala). More…

Khitosan, Pengendali Rayap Ramah Lingkungan

26-Feb-09

.

RAYAP merupakan salah satu jenis serangga dalam ordo Isoptera. Di Indonesia tercatat ada sekitar 200 jenis dan baru 179 jenis yang sudah teridentifikasi. Beberapa jenis rayap di Indonesia yang secara ekonomi sangat merugikan karena menjadi hama adalah tiga jenis rayap tanah/subteran (Coptotermes curvignathus Holmgren, Macrotermes gilvus Hagen, serta Schedorhinotermes javanicus Kemner) dan satu jenis rayap kayu kering (Cryptotermes Cynocephalus Light). Tiap tahun kerugian akibat serangan rayap di Indonesia tercatat sekitar Rp 224 miliar-Rp 238 miliar.

Sampai saat ini, dalam pengendalian serangan rayap skala lapangan, sebagian besar memakai bahan kimia yang sangat beracun dan tidak ramah lingkungan (non-biodegradable), seperti asam borak, CCB (Copper-Chrome-Boron), CCA (Copper-Chrome-Arsen), dan CCF (Copper-Chrome-Flour). Ini akan merusak lingkungan jika tidak diantisipasi karena bahan tersebut sukar dirombak oleh alam. Ada juga metode pengendalian secara biologi dalam skala laboratorium dengan nematoda (cacing), bakteri, dan jamur yang diumpankan ke rayap sehingga akan mengganggu sistem pencernaan rayap.

Serangan rayap juga bisa dikendalikan secara fisik dengan soil treatment, pemasangan perintang, dan pembuatan trench yang dilakukan sebelum maupun sesudah konstruksi.

BEBERAPA penelitian berusaha mencari bahan yang efektif mengendalikan serangan rayap sebagai pengganti bahan kimia yang selama ini umum digunakan, di antaranya adalah khitosan. Penelitian Suptijah et al tahun 1992 menyatakan khitosan mempunyai bentuk yang spesifik, mengandung gugus amin dalam rantai karbonnya yang bermuatan positif, yang berlawanan dengan polisakarida lainnya.

Sifat-sifat khitosan diantaranya adalah struktur molekulnya tertentu, dalam keadaan cair sensitif terhadap kekuatan ion tinggi, dan daya repulsif antara fungsi amin menurun sesuai dengan fleksibilitas rantai khitosan. Penggabungannya dalam ruang distabilkan oleh ikatan hidrogen di dalam dan di luar rantai, menghasilkan suatu molekul resisten yang tahan terhadap stres mekanik dan kemampuan mengembangnya bertambah. More…