Skip to main content
Publikasi

Publikasi ilmiah hasil penelitian

Produk

Produk dan prototipe hasil penelitian

Layanan

Kerjasama Riset, Jasa Pengujian, Bimbingan Mahasiswa

Repositori Ilmiah Nasional (RIN) di Era Revolusi Industri 4.0

Pembukaan Bimtek RIN oleh Plt. Kepala P2 Biomaterial Dr. Dede Heri Yuli Yanto dan pemaparan oleh Plt. PDDI-LIPI,  Hendro Subagyo, M. Eng

Humas, Cibinong, selasa 19/3 diselenggarakan Bimbingan teknis RIN, bertempat di Pusat Penelitian Biomaterial Cibinong Science Center, Botanic Garden, melalui kegiatan Bimtek ini perlu disosialisasikan sehingga diketahui, Hak peneliti terhadap penelitiannya sangat terjaga apalagi yang menyangkut data-data penelitian” disampaikan Dr. Dede Heri Yuli Yanto selaku Plt. kepala Pusat Penelitian Biomaterial. Pembukaan Bimtek RIN yang dilaksanakan merupakan roadshow perdana sistem pengelolaan dan penyimpanan karya ilmiah dan data primer penelitian, lanjut Dede. RIN tidak hanya berisikan publikasi riset tapi data keseluruhan penelitian, peneliti bisa menentukan data yang boleh diakses masyarakat, atau masih disimpan guna pengembangan penelitian artinya belum bisa diakses masyarakat, tutur Dede.

Di era revolusi industri 4.0  RIN yang merupakan program nasional, sangat penting untuk peneliti dalam upaya mendijitalisasi data-data ilmiah penelitian baik publikasi maupun data-data sekunder yang akan diaktori oleh peneliti sendiri. Akan tetapi para peneliti khususnya di Pusat Penelitian di Biomaterial LIPI belum mengetahui cara-cara untuk meyimpan data pada RIN. Untuk itu perlu dilakukan bimbingan teknis kepada para peneliti agar dapat memasukkan data-data penelitian untuk disimpan dan dipelihara. Partisipasi aktif dari para peneliti sangat dibutuhkan agar program RIN dapat terlaksana dengan baik, tutup Dede

Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI No.12 tahun 2016, yang mewajibkan setiap peneliti untuk menyerahkan data penelitian dalam repositori dan depositori setelah menyelesaikan penelitian, maka penerapan RIN di lingkungan LIPI optimis akan dapat terlaksana “Data hasil penelitian saat ini, masih tersebar di masing-masing peneliti atau kelompok penelitian. Hal ini menyebabkan akses data menjadi terbatas. Data rentan hilang karena adanya keterbatasan pada perangkat lunak dan keras pada komputer yang dimiliki oleh peneliti, back-up data yang tidak teratur, data-data yang tercecer dan kebiasaan peneliti yang terkadang lupa untuk menyimpan semua data-data penelitian. Oleh sebab itu, data perlu dikelola oleh lembaga dalam sebuah repositori data agar dapat diakses dan dimanfaatkan, ungkap Plt. PDDI-LIPI,  Hendro Subagyo, M. Eng..

Selanjutnya Hendro,menyampaikan, data perlu dikelola suatu lembaga dalam sebuah repositori data, sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan kembali. Karya dan data ilmiah ini merupakan aset lembaga dan produk penting dari kegiatan penelitian. Bagaimana data tersebut harus dicatat, disimpan, dipelihara, dan dilestarikan menjadi perhatian LIPI agar seluruh kegiatan riset di Indonesia dapat tersimpan dalam sistem RIN ini. /est/win/edt/ksm.

BIOPELET LIPI, TINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT

Cibinong, 13 Maret 2019. Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI telah berhasil mengembangkan bionergi yang dinilai sangat efisien dari segi biaya dan emisi.  Bioenergi yang dibuat, berupa pelet yang berasal dari limbah biomassa seperti ampas kopi dan serbuk kayu. Seperti kita ketahui harga bahan bakar gas selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.  Untuk itu perlu dicarikan bahan bakar lain yang dapat menggantikan bahan bakar gas.  “Dengan teknologi sederhana, LIPI telah berhasil membuat biopelet dan menghasilkan paten terkait formulasi dan tungku biopelet.  Teknologi biopelet yang jauh lebih murah, diharapkan dapat dijadikan alternatif energi pengganti gas atau untuk mengurangi emisi dari batu bara.

Teknologi biopelet LIPI diketahui sangat rendah emisi, tinggi kalori dan murah dengan efisiensi bisa mencapai 40% dibandingkan penggunaan bahan bakar gas” ungkap Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI, Dr. Dede Heri Yuli Yanto, M. Agr dalam pembukaan workshop Peran LIPI dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Alih Teknologi Biopelet

Biopelet yang dikembangkan saat ini memiliki banyak kelebihan dan ramah lingkungan, kalori relatif tinggi, minim emisi, serta lebih ekonomis.  Diharapkan sangat cocok untuk diaplikasikan pada Usaha Kecil Menengah (home industry) seperti pabrik kerupuk, keripik, tahu, sukro dan makanan lainnya seru Dr. Lisman Suryanegara yang merupakan koordinator peneliti bioproduk yang mengembangkan biopelet di Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI.  Dengan kelebihan yang dimiliki, biopelet diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada saat ini, bahan bakar yang biasa digunakan oleh home industry adalah gas, kayu bakar, tempurung kelapa dan batu bara. Penggunaan bahan bakar gas dapat meningkatakan biaya produksi karena harganya yang cukup tinggi, penggunaan kayu bakar maupun tempurung kelapa menghasilkan asap yang menyebabkan polusi udara, sedangkan penggunaan batu bara selain menghasilkan asap hitam juga meninggalkan limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan, tambah Lisman.

Untuk lebih memasyarakatkan teknologi biopelet agar lebih dikenal dan sebagai ajang alih teknologi LIPI ke masyarakat, maka diadakan kegiatan workshop di P2 Biomaterial dan PPII, LIPI Cibinong dengan peserta yang berasal dari pelaku usaha (UKM), calon pelaku usaha, karang taruna, pihak swasta penyedia mesin pelet,peneliti serta akademisi. “Diharapkan dengan diadakannya workshop ini UKM diwilayah bogor dan bandung yang sangat terkenal dengan industri-industri makanannya dapat beralih ke teknologi biopelet untuk menggantikan bahan bakar gas” ungkap Dede diakhir sambutannya.(est)

Seminar “ Pengendalian Hama Terpadu perkotaan “ di Cibinong

Hama pemukiman atau urban pest merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat. Berbagai jenis hama seperti tikus, nyamuk, kecoa, rayap, lalat dan sebagainya bisa dijumpai di sebagian besar perumahan, apartemen, perkantoran, maupun pabrik. Berbagai permasalahan dapat ditimbulkan dengan kehadiran hama pemukiman, diantarannya timbulnya penyakit dan merusak estetika. Hama pemukiman tidak saja menjadi ancaman warga yang tinggal di perumahan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi pengusaha makanan karena bisa menjadi sumber penyakit. Perbedaan status sosial, tingkat pendidikan, budaya, dan lain-lain secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap jenis hama yang dikendalikan oleh masyarakat.

Mengusung tema “Sustainable Development of Urban Integrated Pest Management” dengan menfokuskan pada serangga hama rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk (bed bugs). Kegiatan seminar ini sebagai upaya untuk mengakselerasi peran dan sinergi para peneliti dari lembaga penelitian, akademisi dari perguruan tinggi serta pihak industri pengendalian serangga hama (Pest Control Operator PCO), telah diselenggrakan diruang auditorium, Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Cibinong, pada Kamis (21/02).

Pusat Penelitian Biomaterial LIPI melalui kelompok penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodegradasi (PSHB) menfokuskan kegiatan penelitiannya sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lignoselulosa, menyelenggarakan seminar tentang Pengendalian Hama Terpadu perkotaan sebagai wadah tatap muka dan tukar informasi penelitian di bidang ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan (rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk).

Adapun, tujuan penyelenggaraan seminar ini mensosialisasikan perkembangan terkini terkait pengendalian serangga hama pemukiman (rayap, nyamuk, kecoa, semut, dan kutu busuk), serta perkembangan terkini penelitian dibidang urban pest management. Seminar dihadiri oleh 97 peserta dariLembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, ASPPHAMI, serta pihak Industri Pengendalian Serangga Hama (Pest Control Operator PCO).

Dr. Dede Heri Yuli Yanto, MSc. Selaku Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, mengatakan melalui kelompok penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodegradasi (PSHB) banyak menghasilkan teknologi dan produk yang terkait dengan pengendalian serangga hama selama ini. Hasil yang diperoleh untuk anti rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk, jelasnya.

Dede menambahkan, penelitian yang berkaitan dengan ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan di negara-negara berkembang, terutama di Indonesia belum mampu memberikan informasi secara komprehensif kepada masyarakat umum maupun para pelaku industri Pengendalian Serangga Hama (Pest Control Operator PCO) serta belum diikuti dengan aplikasi dan implementasi yang optimal, ujarnya sekaligus membuka acara.

Sementara itu, Dede menjelaskan kendala utama pengembangan penelitian yang efektif adalah kurangnya pemahaman peneliti terhadap permasalahan sebenarnya yang menjadi kebutuhan indursti dan masyarakat, demikian juga sebaliknya. Sejauh ini, hasil penelitian dibidang ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan dibahas dan didiskusikan secara terbatas dalam bentuk publikasi ilmiah, oleh karena itu pemahaman dalam pengendalian hama melalui Integrated Pest Management itu menjadi sangat penting, ungkapnya.

Sebagai informasi Seminar ini menghadirkan  (keynote lecture); Boyke Arif Pahlevi – (Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), memaparkan “Permasalahan Serangga Hama Pemukiman di Indonesia”, Prof. Dr. Sulaeman Yusuf, M.Agr. (Puslit Biomaterial, LIPI), memaparkan  Penelitian dan Pengendalian Serangan Rayap, Prof. drh. Upik Kesumawati H., MS., Ph.D. – (Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (IPB)), memaparkan Tren Pengendalian Kecoa di Indonesia, Dr. Veera Singham – Center for Chemical Biology, (Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia), memaparkan Penelitian Terkini Tentang Kutu Busuk,  Dr. Wan Fatma – School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia), memaparkan “Bio-Ekologi Dan Pengendalian Nyamuk” dan Dr. Ikhsan Guswenrivo – Puslit Biomaterial, LIPI), memaparkan “Perilaku Dan Manajemen Pengendalian Semut”. Seminar ini diharapkan peserta Pest Control Operator (PCO), peneliti dan mahasiswa dapat saling bertukar informasi dan pengalaman melalui presentasi dan diskusi formal maupun informal mengenai perkembangan terkini mengenai pengendalian serangga hama permukiman serta managemen pengendaliannya dikatakan Dede, **Hny/ksm**

Seminar Sehari – “Sustainable Development of Urban Integrated Pest Management”

Pusat Penelitian Biomaterial LIPI melalui kelompok penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodegradasi (PSHB) memfokuskan kegiatan penelitiannya sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lignoselulosa akan menyelenggarakan seminar tentang Pengendaliah Hama Terpadu perkotaan sebagai wadah tatap muka dan tukar informasi penelitian di bidang ekologi dan pengendalian serangga hama perkotaan (rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk). Seminar ini merupakan seminar sehari yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mengakselerasi peran dan sinergi para peneliti dari lembaga penelitian, akademisi dari perguruan tinggi serta pihak industri pengendalian serangga hama (Pest Control Operator PCO). Seminar ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2019 di Auditorium Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, cibinong dengan judul “Sustainable Development of Urban Integrated Pest Management” dengan menfokuskan pada serangga hama rayap, kecoa, nyamuk, semut dan kutu busuk (bed bugs).

Selengkapnya